Senin, 01 Februari 2010

06.11
(dikutip dari buah pikiran Ust. Didin Hafidudin)
Disini ada empat hal yang menjadi sasaran syetan dalam menggoda manusia, sebagaimana `diuraikan dalam tafsir Athabari, yaitu: pertama, yang dimaksud dengan min baini aidihim (dari muka) adalah bahwa syetan menggoda manusia dalam soal-soal yang berkaitan dengan akhirat. Setan menggoda manusia supaya manusia ragu bahwa hari akhirat itu pasti terjadi dan semua manusia kan mendapatkan balasan dari setiap amal perbuatannya. Tidak hanya ragu, setan pun mendorong ketidakpercayaan akan urusan akhirat : mengenai alam kubur, alam masyar mizan, hisab, surga dan neraka. Akibatnya manusia tidak punya persiapan untuk menghadapi akhirat. Ibadahnya (kalaupun itu dilakukan) asal-asalan  yang penting sekedar untuk di dunia ini dan sekedar untuk urusan pribadinya. Sesuatu yang berkaitan dengan urusan agama, dengan urusan ummat, ia kesampingkan begitu rupa

Kedua, wa min khalfihim (dari belakang mereka). Maksudnya bahwa setan menggoda manusia agar manusia terlena dengan kehidupan dunia. Mereka menjadikan dunia sebagai tujuan. Pendeknya menjadikan segala macam fasilitas dunia ini sebagai tujuan hidupnya. Kalau manusia sudah menjadikan dunia sebagai tujuan, maka biasanya dia akan menghalalkan segala cara
Oleh karena itu Allah memberikan gambaran kepada manusia setelah menjelaskan bagaimana godaan setan itu. Pada ayat 122 surat annisa ini Aallah menegaskan bahwa kehidupan di dunia dan di akhirat , keselamatan, kebahagaiaan, dan kesuksesan ditentukan oleh dua hal. Yaitu: wal-ladzina amanu wa’amilus- shalihat, orang-orang yang beriman dan beramal shaleh. Imam Hasan Basri mngungkapkan: bukanlah iman itu sekedar kinginan, kayalan dan pengakuan semata, tetapi yang dikatakan imam itu sesuatu yang terhunjam kuat dalam batin kita dan dibenarkan dengan amal perbuatan. Jadi, amal perbuatan mmerupakan barometer kuat tidaknya seseorang. Dan itu hanya bisa dilihat melalui amal perbuatan sehari-hari.
Jadi, istilah amal shaleh bukan diartikan sebagai perbuatan baik seperti yang kita pahami sekarang ini, tetapi amal shaleh adalah amal perbuatan yang dilandasi iman. Suatu perbuatan bisa dikatakan amal shaleh apabila dilandasi oleh beberapa persaratan. Pertama niat yang ikhlas karena Allah. Suatu perbuatan kalaupun kelihatan baik tetapi tidak dilandasi denga keikhlasan karena Allah, maka itu tidak dikatakan amal shaleh., dan niat niat yang ikhlas ini hanya akan dimiliki orang-orang yang beriman. Dan yang kedua amal itui bisa dikatakan amal shaleh apabila dilakukan dengan sya’riat.  Kalau tidak dengan sya’riat maka buka dikatakan denga amal shaleh. Ketiga, dilakukan dengan penuh kesungguhan. Keikhlasan seseorang dapat dilihat dari kesungguhan dia dalam melakukan amalnya. Keikhlasan seseoarang dalam beramal tidak bisa di ukur denga materi yang ia terima.
Jadi, jelaslah bahwa iman dan amal shaleh adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan ,ada sebuah dialog antara rasulullah dengan para sahabat, “ yaitu rasulullah, amal perbuatan apa yang paling utama?” kemudian rasul berkata; “beriman kepada Allah dan rasul.” Dari sini kita bisa lihat bahwa sahabat bertanya melalui amal dan jawaban rasulullah adalah iman. Jadi amal yang paling utama adalah iman kepada Allah dan rasul-Nya .

0 komentar:

Poskan Komentar